Mengenal Sejarah Kota Tanjungpinang Beserta Peninggalannya

22 Likes 1 Comment

Tanjungpinang.info – Kota Tanjungpinang merupakan ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau yang letaknya ada di sebelah selatan Pulau Bintan. Kota ini sejatinya memiliki budaya yang begitu menarik untuk diketahui karena kota ini sendiri memiliki berbagai macam latar belakang budaya. Mulai dari budaya dari Melayu, China dan juga India. Di samping tempat-tempat wisata yang mempesona, sejarah kota tanjungpinang dan juga peninggalan-peninggalannya ini patut untuk ditelusuri lebih dalam.

Kota Tanjungpinang ini sudah terkenal sejak lama dikarenakan posisinya yang strategis di Pulau Bintan yang berkedudukan sebagai pusat kebudayaan dari Melayu, dan juga sebagai lokasi persilangan lalu lintas perdagangan dari seluruh dunia.

Nama kotaTanjungpinang sendiri diberikan karena letaknya yang menjorok ke laut, serta ditumbuhi oleh banyak pohon pinang. Pohon-pohon tersebut ada di tepian Tanjung sehingga menjadi petunjuk bagi para pelayar yang akan memasuki wilayah perairan Indonesia.

Dikarenakan masyarakat Tanjungpinang maupun Indonesia kemungkinan masih banyak yang belum tahu mengenai sejarah Kota Tanjungpinang, maka informasi selengkapnya akan disajikan di bawah ini. Mari kita simak bersama sejarah Kota Tanjungpinangbeserta apa saja peninggalannya.

Sejarah Kota Tanjungpinang
Foto Jl. Pemuda Kota Tanjungpinang

Inilah Sejarah Kota Tanjungpinang

Jika membicarakan tentang sejarah Kota Tanjungpinang, maka kita akan membahas hal-hal penting di masalalu yang membentuk Kota Tanjungpinang menjadi kota yang memiliki berbagai macam etnis di dalamnya. Menurut informasi yang diperoleh dari para tetua yang ada di kawasan Kota Tanjungpinang, kota ini adalah bagian dari Kerajaan Melayu.

Setelah Malaka jatuh ke tangan penjajah Portugal pada saat itu, seorang Sultan Mahmud Syah kemudian memutuskan untuk menjadikan kota ini sebagai pusat pemerintahan Kerajaan atau Kesultanan Malaka.
Kedudukan kota ini berubah kembali menjadi Kesultanan Johor sebelum diambil alih kembali oleh Belanda. Keadaan ini terjadi setelah Belanda berhasil mengalahkan perlawanan dari Raja Haji Fisabilillah pada tahun 1784 di Pulau Penyengat.

baca juga:

Salah satu sejarah Kota Tanjungpinang di jaman dahulu adalah bahwa kota ini merupakan salah satu pintu masuk menuju Sungai Bintan. Pada jaman tersebut, para pedagang dari negara lain pasti akan melewati Sungai atau Teluk Bintan tersebut. Mereka akan melewati sungai itu dimana di daerah tersebut bermukim Kerajaan Bentan yang memiliki pusat di Bukit Batu.

Keberadaan Kota Tanjungpinang ini semakin terkenal pada masa Kerajaan Johor yang dipimpin oleh Sultan Abdul Jalil Syah. Sultan Abdul pernah memerintahkan Laksemana Tun Abdul Jamil untuk membuka sebuah Bandar dalam sektor perdagangan yang letaknya ada di Sungai Carang, Pulau Bintan.

Tanjungpinang sendiri statusnya naik dan berubah menjadi pusat pemerintahan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, yakni Residentie Riouw. Lalu, pada masa awal kemerdekaan negara Indonesia, kota ini dijadikan ibu kota Kabupaten Kepulauan Riau. Setelah statusnya menjadi Kota Administratif hingga tahun 2000, pada tanggal 21 Juni 2001, nama dan statusnya kembali berubah menjadi Kota Tanjungpinang. Hal ini berdasarkan UU No 5 tahun 2001.

Sampai saat ini, sejarah tanjungpinang tersebut mampu mengantarkan kota ini menjadi sebuah kota sekaligus ibu kota dari Kepulauan Riau. Kota ini pun memiliki banyak tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan, seperti Pulau Penyengat, Sungai Carang, gedung-gedung tua, peninggalan dari kerajaan Islam, dan masih banyak lagi. Kota Tanjungpinang memiliki ikon yakni Pulau Penyengat yang jaraknya sekitar 2 mil dari pelabuhan Tanjungpinang.

Sedangkan walikota pertama yang menjabat di kota ini adalah Dra. Hj. Suryatati A. Manan. Walikota tersebut adalah walikota pertama yang terpilih melalui pemilihan yang dilakukan oleh DPRD Kota Tanjungpinang di tahun 2002. Lima tahun selanjutnya, beliau terpilih kembali menjadi walikota Tanjungpinang. Kemudian di tahun 2013 kedudukannya digantikan oleh walikota baru bernama H. Lis Darmansyah.

Peninggalan Sejarah Kota Tanjungpinang

Setelah mengetahui tentang sejarah terbentuknya kota tanjungpinang, mari beralih pada apa saja peninggalan-peninggalan bersejarahnya, banyak juga yang masih berfungsi dan dijadikan sebagai tempat wisata. Berikut adalah warisan atau peninggalan dari masa lalu :

1. Gedung Daerah

Peninggalan sejarah kota tanjungpinang yang pertama adalah Gedung Daerah. Gedung yang satu ini merupakan peninggalan dari penjajahan Belanda yang dibangun di awal tahun 1880. Gaya bangunan atau arsitekturnya memiliki kombinasi antara budaya Yunani dan Romawi. Gedung ini sudah berkali-kali direnovasi, akan tetapi tetap tidak merubah bentuk aslinya.

Gedung Daerah ini dulunya difungsikan sebagai kantor pusat pemerintahan Gubernur Riau pertama, yakni S. M. Amin Nasution sebelum pusat pemerintahan untuk Provinsi Riau dipindahkan ke Pekanbaru. Untuk saat ini, Gedung Daerah tersebut difungsikan sebagai rumah dinas dari Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dan juga untuk menerima tamu-tamu resmi dari daerah lain.

2. Rumah Adat Tambelan

Peninggalan sejarah yang kedua disebut dengan Rumah Adat Tambelan. Rumah adat ini dulunya dibangun oleh masyarakat Tambelan atau Gamenschaft sewaktu penjajahan Belanda. Rumah adat ini letaknya ada di Jalan Diponegoro Tanjungpinang, tepat di belakang Gedung Daerah. Kemudian di tahun 1929, Tambelan ditetapkan sebagai daerah otonom untuk wilayah Residentie Riauw. Dan Gamenschaft ini dipimpin oleh seorang Datuk kaya raya bernama Hasnan Yahya.

3. Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah

Peninggalan selanjutnya adalah gedung Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Gedung ini sudah dibangun dan ada sejak tahun 1918. Dulunya gedung ini digunakan sebagai sekolah Melayu dengan bahasa Belanda yang didirikan oleh seorang Belanda. Nama sekolah tersebut adalah Hollandsch Irlandsch School (HIS). Lalu pada saat penjajahan berada di tangan Jepang, gedung ini tetap digunakan sebagai sekolah. Namun namanya berubah menjadi Futsuko Gakko.

baca juga:

Setelah masa kemerdekaan Indonesia, gedung museum ini difungsikan kembali sebagai Sekolah Rakyat dan namanya berganti menjadi SD 1 sampai dengan tahun 2004. Pada akhirnya, gedung ini berubah fungsi menjadi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.

4. Makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah

Peninggalan lainnya berdasarkan sejarah dari kota tanjungpinang adalah makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Sultan ini merupakan sultan pertama di Riau yang berkuasa antara tahun 1722 sampai dengan 1760. Beliau merupakan anak dari Sultan Abdul Jalil Riayat Syah IV yakni seorang Sultan Johor yang dulu kekuasannya dirampas oleh Raja Kecil. Makam Sultan Riau pertama ini berada di kawasan Kampung Melayu KM 6, Tanjungpinang.

5. Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman

Pada jaman dahulu, Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman ini digunakan sebagai aula tempat kegiatan siswa-siswa dari sekolah lanjutan, yang gedungnya didirikan pada tahun 1955. Setelah itu, aula ini berubah fungsi menjadi sebuah tempat pertunjukan kesenian dan olahraga terutama bulutangkis. Pada tahun 1970-an, gedung ini berubah fungsi kembali menjadi kampus Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama.

Lalu, pada tahun 1988 gedung ini dijadikan tempat bangunan bagi SMA Negeri 4 dan berubah kembali menjadi SMA Negeri 5 di tahun 1991. Pada akhirnya, di tahun 2004, gedung ini direnovasi dan menjadi gedung Kesenian Aisyah Sulaiman.

6. Gedung Hiburan Belanda

Peninggalan selanjutnya yang tak kalah menarik adalah Gedung Hiburan Belanda. Gedung ini didirikan sebagai gedung hiburan orang Belanda untuk dansa, minum-minum, maupun bioskop pada tahun 1928. Setelahnya, bangunan tersebut digunakan sebagai sekolah rakyat menengah bagi etnis China yang diberi nama Chung Hwa Riau. Sampai sekarang, bangunan tersebut menjadi bangunan SD dan SMP Bintan.

Peninggalan-peninggalan sejarah Kota Tanjungpinang tentunya masih banyak diluar sana. Pentingnya mengetahui sejarah dari kota ini sangat berguna agar kita mampu merawat dan menjaga peninggalan yang menjadi saksi perjuangan pada masa lampau. Jangan sampai sejarah tersebut terlupakan sehingga peninggalan-peninggalan tersebut akan menjadi sia-sia.

You might like

About the Author: Tanjungpinang.info

Mengulas seluk beluk kota tanjungpinang dari berbagai sumber. Informasi dikumpulkan secara singkat dari tim penulis.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *