Profil Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau

11 Likes Comment

Tanjungpinang.info – Seperti yang telah diketahui, Kota Tanjungpinang merupakan salah satu kota yang juga menjadi ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau. Kota ini memiliki keunikan serta pesona tersendiri dengan latar belakang berbagai suku dan budaya dari hampir seluruh wilayah Indonesia.

Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke kota ini dan ingin mencari tahu lebih lanjut, maka tidak ada salahnya untuk menyimak profil Kota Tanjungpinang sebagai referensi Anda. Supaya nantinya Anda bisa langsung menyesuaikan diri ketika berkunjung ke kota ini.

Profil Kota Tanjungpinang
Gedung Gonggong, Icon Kota Tanjungpinang (pic FB Pemko Tanjungpinang)

Jika dilihat dari segi administrasinya, kota tanjungpinang merupakan kota administratif dari provinsi Kepualauan Riau. Kota ini terletak di wilayah yang cukup strategis, yakni pada segitiga SIJORI (Singapura, Johor, dan Riau). Kota ini dulunya dijadikan daerah yang menyangga Kerajaan Bentan, yang mana sebagai pusat perdagangan dan pelayaran oleh pihak Belanda. Hal ini membuktikan bahwa kota tanjungpinang tidaklah sembarangan, mari kita simak bersama-sama.

Profil Kota Tanjungpinang Berdasarkan Letak Geografis dan Wilayahnya

Jika dilihat secara geografis, Kota Tanjungpinangini tepatnya terletak di Pulau Bintan. Garis lintangnya berada pada 51 derajat sampai dengan 59 derajat Lintang Utara dan garis bujurnya terletak pada 104,23 derajat hingga 104,34 derajat Bujur Timur. Untuk luas wilayahnya sendiri yakni 239,50 kilometer persegi.

Sedangkan untuk perbatasan wilayahnya, di sebelah Utara, kota ini berbatasan dengan Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Kepulauan Riau, dan Kota Batam. Di sebelah Selatan, kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Riau dan Kecamatan Bintang Timur. Lalu sebelah Barat, kota ini berbatasan dengan Kota Batam dan Kecamatan Galang. Dan di sebelah Timur, kota ini berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kepulauan Riau dan Kecamatan Bintan Timur.

Letak geografis dari Kota Tanjungpinang ini sangat strategis karena berada di posisi silang lintas perdagangan dan pelayaran dari seluruh dunia. Yakni lintas perdagangan dan pelayaran antara Timur dan Barat, antara Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan. Jadi, Kota ini menjadi aset yang berharga bagi perlintasan perdagangan dan pelayaran tersebut karena turut berperan dalam pertumbuhan perdagangan dunia.

Untuk wilayahnya terbagi menjadi 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Bukit Bestari dan Kecamatan Tanjungpinang Kota. Wilayah Kecamatan yang memiliki luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Tanjungpinang Timur dengan luas 83,5 kilometer persegi. Sedangkan Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Tanjungpinang Barat dengan luas 34,5 kilometer persegi.

  • Kependudukan Kota Tanjungpinang

Ternyata Kota Tanjungpinang mengalami jumlah kenaikan penduduk dengan rata-rata kenaikannya sebesar 3,69%. Yakni jumlah keseluruhan penduduk yang tadinya berjumlah 137. 356 jiwa menjadi 146. 603 jiwa pada tahun 2000. Adapun kenaikan atau pertambahan penduduk secara signifikan ini disebabkan oleh migrasi yang terjadi pada setiap bulannya.

Migrasi ini terjadi karena banyaknya orang dari luar Kota Tanjungpinang yang datang dan menetap di wilayah ini. Sedangkan penyebaran penduduknya juga tidak begitu merata. Di tahun 2001 saja, dengan penduduk yang berjumlah 146. 603 jiwa tersebut, tingkat kepadatan penduduk di setiap kilometer perseginya mencapai sekitar 612 jiwa.

Untuk jumlah penduduk terbanyak di Kota Tanjungpinang ini terletak di Kecamatan Tanjungpinang Barat, yakni sejumlah 46. 985 jiwa. Lalu untuk jumlah penduduk terkecilnya ada di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota, yang didiami 17. 073 jiwa. Di samping itu, kecamatan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Tanjungpinang Barat, sejumlah 1. 362 jiwa per kilometer persegi. Tingkat kepadatan penduduk paling rendah juga ada di Kecamatan Tanjungpinang Kota, sebanyak 321 jiwa per kilometer persegi.

  • Keadaan Alam¬†Tanjungpinang

Kota Tanjungpinang memiliki ciri khas atau karakteristik wilayah geografis yang berada di dataran rendah, kawasan dengan rawa, dan juga hutan bakau. Kota ini hampir tidak memiliki perbukitan, sehingga upaya untuk pengembangan kota mengenai kawasan pemukiman penduduk dan sebagainya menjadi lebih mudah serta dapat dijangkau dengan mudah pula.

Dari jenis tanah, kota ini memiliki memiliki jenis tanah yang tergolong kurang efektif dan kurang baik untuk pertanian dan perkebunan. Karena permukaan tanahnya sebagian memiliki bentuk yang bergelombang dengan ketinggian 0-70 meter dari permukaan laut. Kecuali untuk daerah yang berdekatan dengan pantai maupun kota lama.

Kemiringannya sekitar 0-5% untuk wilayah kelurahan seperti Kelurahan Kamboja, Kelurahan Pinang Kota atau Tanjungpinang Barat, dan juga Kelurahan Dompak. Kemiringan tanah mencapai 15-40% untuk wilayah Kampung Baru dan juga Bukit Cermin.

Kota Tanjungpinang memiliki curah hujan yang cukup tinggi, yakni dengan rata-rata 636-3050 mm per tahunnya. Hal ini disebabkan oleh kota ini termasuk dalam iklim tropika basah yang berubah-ubah setiap tahunnya. Kemudian untuk suhu di kota ini berkisar antara 21-30 derajat celsius dengan kelembaban yang dimiliki rata-rata mencapai 61%-91%.

Tekanan udara yang ada di wilayah ini minimal 1000,5 MBS dan maksimal mencapai 1014,7 MBS. Musimnya sendiri terbagi menjadi 2, sesuai dengan musim yang ada di seluruh wilayah Indonesia, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

  • Kondisi Perekonomian Tanjungpinang

Untuk kondisi perekonomiannya, berdasarkan data dari tahun 2001, kontribusi dalam bidang ini yang memiliki peran cukup besar dalam membangun perekonomian daerah yakni dari sektor perdagangan, hotel dan restoran. Setelah itu diikuti oleh sektor industri pengolahan, sektor bangunan, sektor jasa, dan juga sektor komunikasi dan pengangkutan. Untuk sektor lainnya seperti sektor listrik, air, gas, dan lainnya juga turut berkontribusi dalam pembangunan perekonomian daerah.

  • Fasilitas Yang Terdapat Di Kota Tanjungpinang

Profil Kota Tanjungpinang yang tak kalah penting adalah tentang fasilitas fasilitasnya. Untuk fasilitas dalam bidang pendidikan, kota ini sebenarnya juga peduli terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Akan tetapi, fasilitas sekolah-sekolah maupun instansi pendidikannya masih terhitung minim.

baca juga: 

Misalnya saja untuk sekolah tingkat SD sederajat hanya ada 67 unit, untuk tingkat SLTP sederajat hanya ada 12 unit, dan tingkat SMU sederajat ada 2 unit. Mirisnya, untuk tingkat Akademi atau Perguruan Tinggi hanya ada 2 unit.

Untuk masalah kesehatan pun masih sama minimnya. Kota ini hanya memberikan pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit berjumlah 2 unit milik pemerintah dan juga 2 unit puskesmas serta klinik yang ada di setiap kelurahannya.

  • Perkembangan Sosial Budaya

Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah tentang perkembangan sosial dan budayanya. Pada abad ke 18, penduduk di Kota Tanjungpinang ini semakin bertambah ramai karena semakin banyaknya pendatang dengan etnis China dan India. Kedua etnis ini banyak yang menjadi pendatang dikarenakan adanya perjanjian antara Sultan Riau dan Belanda melalui sebuah kontrak politik di tahun 1857, yang mana perjanjian tersebut menyatakan jika golongan etnis dari China dan India adalah setara dengan golongan dari Eropa.

Seiring dengan perkembangan jaman, etnis China mendominasi dalam hal perdagangan. Begitu pula dengan etnis India yang selain berkecimpung dalam sektor perdagangan, juga memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam. Oleh karena banyaknya pendatang dari berbagai etnis, maka akulturasi budaya di kota ini dapat dirasakan secara nyata dan memberikan sebuah keunikan tersendiri. Hal inilah yang membuat Kota Tanjungpinang menjadi lebih istimewa.

Demikian ulasan ini yang membahas mengenai profil Kota Tanjungpinang. Meskipun kota ini terletak di kepulauan yang berbatasan dengan negara lain, suasana khas Indonesia masih tetaplah terasa. Semoga ulasan ini bermanfaat ya.

You might like

About the Author: Admin Tanjungpinang.info

Mengulas seluk beluk kota tanjungpinang dari berbagai sumber. Informasi dikumpulkan secara singkat dari tim penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *