Bandara RHF Tanjungpinang Bertaraf Internasional

21 Likes Comment

Tanjungpinang.info – Bandara RHF Tanjungpinang ( BandaraRaja Haji Fisabilillah) merupakan bandara internasional yang berada di kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Bandara ini dulunya bernama Bandar Udara Kijang dan dikelola oleh PT. Angkasa Pura II. Nama bandara tersebut diambil dari nama Raja Haji Fisabilillah yang merupakan pahlawan nasional yang pernah mendapatkan Bintang Maha Putra Adi Pradana.

Pada bulan April tahun 2008, bandara TRF Tanjungpinang resmi menjadi nama baru dari Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Sejak bulan September 2014 bandara RHF sudah bisa dipergunakan untuk aktifitas penerbangan.

Pengembangan Bandara RHF Tanjungpinang

Status bandara RHF dari dulu sudah merupakan bandara internasional, namun karena Kepulauan Riau pisah dari Riau Daratan menjadikan bandara ini jarang digunakan. Namun, setelah Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi baru di Indonesia pada tahun 2001, menjadikan pembangunan KotaTanjungpinang semakin pesat dan bandara RHF Tanjungpinang tersebut juga kembali diramaikan oleh beberapa maskapai penerbangan.

Beberapa maskapai yang meramaikan Bandara RHF Tanjungpinang ini diantaranya adalah Merpati (pada tanggal 19 Desember 2007), Sriwijaya Air (pada awal bulan Februari 2008) dan Riau Airlines (pada pertengahan 2005).
Untuk lebih meningkatkan bandara RHF Tanjungpinang, pada Mei 2007 pemerintah memberikan dana untuk mengembangkan bandara ini. Proyek pengembangannya dilakukan satu bulan setelahnya yaitu pada bulan Juni 2007.

Bandara RHF Tanjungpinang Bertaraf Internasional
Bandara RHF Tanjungpinang

Pengembangan yang dilakukan di Bandara RHF ini meliputi penambahan beberapa fasilitas diantaranya radar dan landasan pacu yang sebelumnya memiliki luas 1. 856 meter sekarang ditambah 400 meter sehingga luasnya menjadi 2.256 meter. Dengan begitu, landasan pacu tersebut sekarang menjadi landasan pacu yang bertaraf internasional.

Dengan adanya pengembangan landasan pacu itu pula, diharapkan bandara RHF mampu melayani 600 ribu orang dalam kurun waktu satu tahun. Selain itu, keuntungan lain yang bisa diperoleh dari perluasan landasan pacu bandara RHF Tanjungpinang adalah bandara ini bisa digunakan untuk menampung pesawat dengan ukuran besar seperti halnya dengan pesawat tipe Boing 737 dan Boing 787 hingga Boing 900.

baca juga:

Tak hanya itu pula, pihak maskapai juga bisa mengangkut semua kapasitas penumpang yang sudah disediakan. Sebab, penumpang yang bisa ditampung oleh pihak maskapai hanya di bawah 170 orang. Sekarang, penerbangan dari beberapa bandara di Sumatera juga sudah melakukan penerbangan langsung ke Tanjungpinang, seperti Pekanbaru, Batam, Ranai, Padang, Maltak dan Jakarta.

Bahkan, ada juga pihak maskapai yang melakukan penerbangan cateran langsung dari Tiongkok, China ke Bandara RHF Tanjungpinang. Hal tersebut dibuktikan oleh Perum Lembaga Pelayanan Navigasi Indonesia Penerbangan (AirNav) Indonesia yang sudah melayani semua penerbangan pesawat carter di bandara RHF dari beberapa kota di China sejak 30 Januari 2018 lalu.

Sejak 30 Januari sampai 28 Februari 2018, slot time rute Tanjungpinang – China maskapai Citilink sudah melakukan penerbangan ke bandara RHF sebanyak 48 penerbangan. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan waktu antara China dan Indonesia, sehingga membuat pesawat-pesawat carter yang akan melayani penerbangan langsung dari beberapa di China ke Tanjungpinang bisa mendarat di luar jam-jam operasional Bandara RHF.

Namun, dengan kondisi tersebut membuat pegawai AirNav di Bandara RHF akan lembur untuk melayani pesawat carter yang mengangkut para wisatawan dari China yang mendarat di Bandara RHF. Selain itu, kondisi itu juga membuat biaya operasional perusahaan mengalami kenaikan.

Pesawat Lion Air di Bandara RHF Tanjungpinang
Pesawat Lion Air di Bandara RHF Tanjungpinang

Untuk mengatur lalu lintas pesawat take off dan landing, pihak bandara telah menggunakan Tower Air Traffic Control (ATC) baru. Dengan ATC baru yang mencapai tinggi 43 meter tersebut, membuat petugas memiliki pandangan yang lebih luas guna melihat keberangkatan dan kedatangan pesawat.

Sampai saat ini, rata-rata jumlah penerbangan di Bandara RHF Tanjungpinang dalam sehari antara 16 sampai 18 penerbangan. Bahkan, dalam waktu dekat (selama dua minggu) pihak maskapai Lion Air berencana akan melakukan uji coba dengan menambah jumlah penerbangan ke Tanjungpinang. Tak hanya itu, maskapai Susi Air juga sudah menambah penerbangan baru dari Tanjungpinang menuju Dabo Singkep dan Letung.

PT. Angkasa Pura II selaku pengelola bandara RHF akan berupaya dan bekerja untuk mengembangkan bandara tersebut, dan pihak bandara juga terus berkonsultasi untuk penerbangan yang bersifat internasional. Hal ini dilakukan karena pasarnya lebih terbuka dan memiliki potensi yang tinggi untuk bisa mengembangkan perekonomian Tanjungpinang, khususnya untuk pariwisata di Pulau Bintan.

Prestasi Bandara RHF Tanjungpinang

Bandara RHF Tanjunpinang pernah menduduki peringkat dua dunia terbaik sebagai kategori bandara berkapasitas di bawah 2.000.000 penumpang. Peringkat dua dunia ini diberikan oleh Airport Council Internasional (ACI) dan hal ini juga sudah dibenarkan oleh Yogi Prastyo selaku General Manager (GM) dari PT. Angkasa Pura II cabang Tanjungpinang.

Pencapaian yang sudah dicapai oleh Bandara RHF tak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah beserta instansi yang terkait, mulai dari imigrasi, TNI-Polri, Beacukai hingga petugas Bandara RHF itu sendiri. Sebab, tanpa adanya peran dari mereka semua pasti akan mustahil bandara ini bisa mendapat peringkat dua dunia.

Sebelum mendapatkan peringkat ini, Airport Service Quality (ASQ) Quarter II/2017 juga sudah melakukan survei ke Bandara RHF dan memberikan penilaian kepada bandara ini. Tim independen ini melakukan penilaian mulai dari keamanan, chek-in, akses bandara, fasilitas bandara, alat transportasi di bandara beserta semua kru pesawat, ketersediaan makanan dan minuman yang ada di bandara. Selain tim independen, penumpang juga dimintai untuk melakukan dan menentukan penilaian terhadap bandara RHF.

Penilaian yang dilakukan di Bandara RHF Tanjungpinang bukanlah penilaian pertama kali, namun sudah dilakukan keempat kalinya di tahun 2017 lalu. Sampai akhirnya penilaian yang terakhir (ke empat) bandara RHF bisa meraih peringkat dua dunia.
Jika ingin mendapat penghargaan selain peringkat dari tim independen, maka pihak bandara RHF harus bisa mempertahankan peringkat dua dunia yang sudah diterima.

Namun ternyata penghargaan tersebut tidak terlalu diharapkan oleh bandara, sebab yang paling penting dan utama adalah penumpang bisa merasa nyaman dan betah saat berada di bandara RHF. Sebab, jika pelayanan di bandara baik, secara otomatis penilaian bandara juga akan baik pula. Menurut Yogi Prastyo selaku General Manager (GM) dari PT. Angkasa Pura II cabang Tanjungpinang, penghargaan yang diterima merupakan bentuk bonus atas kerja keras tim selama ini.

Untuk membuat para penumpang nyaman, bandara memberikan pelayanan yang salah satunya adalah petugas yang ramah kepada semua penumpang. Jika petugas ramah, maka secara otomatis penumpang juga akan merasa nyaman. Selain itu, juga dari segi kebersihan dan masih banyak lagi pelayanan-pelayanan yang lain.

Saat ini, bandara RHF sudah memiliki Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), sehingga apabila ada turis (warga negara asing) masuk ke bandara petugas yang bersangkutan akan bisa langsung memeriksa turis tersebut. Semua itu juga tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait, sehingga bandara RHF bisa sampai seperti sekarang.

Untuk kedepannya, diharapkan Bandara RHF Tanjungpinang akan lebih berkembang sehingga akan ada jumlah penerbangan yang lebih banyak lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

You might like

About the Author: Admin Tanjungpinang.info

Mengulas seluk beluk kota tanjungpinang dari berbagai sumber. Informasi dikumpulkan secara singkat dari tim penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *